ARIE SULANDARI, SOSOK PENGGERAK LINGKUNGAN YANG LAYAK MASUK 5 BESAR PILAH OLAH SAMPAH HEROES JAKARTA 2026

ARIE SULANDARI, SOSOK PENGGERAK LINGKUNGAN YANG LAYAK MASUK 5 BESAR PILAH OLAH SAMPAH HEROES JAKARTA 2026

Perubahan besar dalam menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Terkadang, perubahan justru lahir dari kepedulian seorang perempuan yang konsisten mengajak masyarakat memulai kebiasaan sederhana: memilah dan mengolah sampah dari rumah.

Sosok tersebut adalah **Arie Sulandari**, penggerak Bank Sampah Unit (BSU) Mawar Baru, RT 02/RW 11, Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Melalui perjuangan dan konsistensinya sejak 2018, Arie tidak hanya mengembangkan bank sampah, tetapi juga membangun gerakan perubahan perilaku masyarakat dalam memandang sampah. Baginya, sampah bukan sekadar barang sisa yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Perjalanan panjang tersebut kini mengantarkan Arie mengikuti tahapan verifikasi lapangan (verlap) Lomba Pilah Olah Sampah Heroes 2026 tingkat Provinsi DKI Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Keikutsertaannya menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kiprah penggerak lingkungan berbasis masyarakat yang tumbuh dari tingkat RT dan RW.

PILAH, OLAH, DAN GERAK: TIGA KEKUATAN BANK SAMPAH MAWAR BARU

Dalam mengembangkan gerakannya, Arie menerapkan tiga strategi utama, yaitu Pilah, Olah, dan Gerak.

Pilah berarti membangun kesadaran masyarakat agar terbiasa memisahkan sampah sejak dari rumah. Olah merupakan upaya mengubah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Sementara Gerak adalah mengajak lebih banyak masyarakat agar terlibat dalam aksi nyata menjaga lingkungan.

Arie menyadari bahwa mengubah kebiasaan masyarakat bukan perkara mudah. Karena itu, edukasi dilakukan secara bertahap, termasuk dengan mendatangi rumah warga dari pintu ke pintu.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa gerakan lingkungan tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat sampah terpilah. Diperlukan pendampingan, keteladanan, dan konsistensi agar pemilahan menjadi bagian dari budaya kehidupan masyarakat.

KAK BOTAK PINTAR: MENGUBAH SAMPAH MENJADI INOVASI

Salah satu keunggulan Bank Sampah Mawar Baru adalah inovasi program Kak Botak Pintar.

Program ini mengajak generasi muda untuk melihat sampah dari perspektif berbeda. Barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata dapat menjadi bahan baku kreativitas dan teknologi sederhana.

Melalui inovasi tersebut, berbagai produk berhasil dikembangkan, di antaranya speaker inovatif dan kompor listrik dengan memanfaatkan komponen dari magicom bekas.

Inovasi ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah tidak harus berhenti pada aktivitas mengumpulkan dan menjual barang bekas. Dengan kreativitas, pengetahuan, dan keterampilan, sampah dapat diubah menjadi produk yang memiliki manfaat baru.

Keterlibatan generasi muda juga menjadi investasi penting dalam membangun kesadaran lingkungan untuk masa depan.

DARI MINYAK JELANTAH MENJADI GERAKAN KEMANUSIAAN

Hal lain yang membuat gerakan Arie memiliki nilai lebih adalah keterkaitan antara kepedulian lingkungan dan kegiatan sosial.

Melalui pengumpulan minyak jelantah atau mijel, Bank Sampah Mawar Baru mengembangkan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pengelolaan limbah, tetapi juga memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Hasil gerakan tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan donasi bagi kaum dhuafa, santunan, serta membantu kebutuhan pendidikan.

Dengan demikian, gerakan lingkungan yang dibangun Arie mempunyai dimensi lebih luas. Sampah tidak hanya menjadi persoalan kebersihan, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi pemberdayaan ekonomi dan solidaritas sosial.

Inilah nilai penting ekonomi sirkular yang dibangun dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.

DUKUNGAN WILAYAH DAN APRESIASI TIM PENILAI

Kiprah Arie mendapatkan apresiasi dari jajaran Pemerintah Kelurahan Rawa Badak Utara dan Kecamatan Koja.

Lurah Rawa Badak Utara, Ester Laura Kartini, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan verifikasi lapangan yang dilakukan tim penilai. Ia berharap Arie Sulandari dapat lolos seleksi dan meraih prestasi terbaik sehingga membawa nama baik Jakarta Utara.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Camat Koja, Shalih Nopiansyar, yang menilai gerakan Bank Sampah Mawar Baru merupakan contoh nyata kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi dan sosial.

Sementara itu, perwakilan tim penilai dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, Ied Sabilla, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan kapasitas dan kontribusi masing-masing peserta.

Aspek penilaian meliputi aktivitas, dampak, inovasi, volume sampah yang dikelola, konsistensi, serta karakter penggiat lingkungan.

Dari sekitar 173 peserta awal, seleksi telah mengerucut menjadi 24 peserta, kemudian 15 peserta menjalani verifikasi lapangan. Tahapan berikutnya adalah wawancara bersama dewan juri ahli pada Senin (9/11/2026).

Dari proses tersebut akan ditetapkan 10 peserta terbaik, kemudian dipilih lima pemenang yang terdiri atas juara pertama, kedua, ketiga, harapan pertama, dan harapan kedua untuk diproyeksikan menjadi Duta Lingkungan.

ARIE SULANDARI DAN HARAPAN MENJADI 5 BESAR

Masuknya Arie dalam tahapan verifikasi lapangan merupakan capaian yang patut diapresiasi. Namun, lebih dari sekadar mengejar penghargaan, perjalanan Bank Sampah Mawar Baru telah memperlihatkan bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari gerakan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Ada edukasi yang menyentuh rumah tangga, inovasi yang melibatkan generasi muda, pemanfaatan barang bekas menjadi produk bermanfaat, serta gerakan sosial yang menghadirkan kepedulian terhadap sesama.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk menunjukkan bahwa Arie bukan hanya pengelola bank sampah, melainkan seorang penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Harapan agar Arie Sulandari dapat menembus lima besar Pilah Olah Sampah Heroes Jakarta 2026 tentu menjadi harapan bersama warga Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, dan Jakarta Utara.

Prestasi tersebut nantinya bukan semata-mata kebanggaan pribadi, melainkan juga pengakuan terhadap kerja kolektif masyarakat yang selama ini berjuang membangun lingkungan lebih bersih, produktif, dan berdaya.

Sampahnya dipilah, kreativitasnya diolah, masyarakatnya digerakkan.

Arie Sulandari telah menunjukkan bahwa menjadi pahlawan lingkungan tidak harus menunggu panggung besar. Cukup dimulai dari rumah, lingkungan sekitar, dan kemauan untuk terus bergerak.

Arie Sulandari layak diperhitungkan sebagai salah satu sosok yang pantas masuk 5 besar Pilah Olah Sampah Heroes Jakarta 2026. Dari Mawar Baru untuk Jakarta yang lebih bersih, berdaya, dan berkelanjutan.

DUKUNGAN PEMERINTAH WILAYAH SEMAKIN MEMPERKUAT LANGKAH ARIE

Dukungan terhadap kiprah Arie Sulandari juga datang dari jajaran pemerintah wilayah Kecamatan Koja. Lurah Rawa Badak Utara, Ester Laura Kartini, menyampaikan apresiasi dan harapannya agar Arie dapat lolos seleksi serta meraih prestasi terbaik dalam ajang Pilah Olah Sampah Heroes Jakarta 2026.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Camat Koja, Shalih Nopiansyar. Menurutnya, gerakan Bank Sampah Mawar Baru merupakan contoh nyata kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang sekaligus memberikan dampak positif bagi pemberdayaan ekonomi dan sosial.

Dukungan juga diberikan oleh Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Koja, Hendri Anwar. Dukungan dari unsur pelaksana teknis lingkungan hidup ini menjadi penguatan penting bagi keberlanjutan gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang selama ini dikembangkan Arie Sulandari bersama Bank Sampah Mawar Baru.

Sinergi antara penggerak lingkungan, masyarakat, kelurahan, kecamatan, dan jajaran lingkungan hidup menjadi modal penting dalam membangun gerakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Dukungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kiprah Arie bukan sekadar aktivitas individu, melainkan gerakan kolektif yang mendapatkan perhatian dan apresiasi dari berbagai unsur pemerintahan wilayah.