TIGA SISWI SDN KADURAMA II TAMPIL DI PASANGGIRI JAIPONGAN NATYAKALA EKADASA KUNINGAN 2026

TIGA SISWI SDN KADURAMA II TAMPIL DI PASANGGIRI JAIPONGAN NATYAKALA EKADASA KUNINGAN 2026

Tiga siswi kelas IV SDN Kadurama II, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, turut menunjukkan bakat dan kecintaan terhadap seni tari tradisional Sunda dengan mengikuti Pasanggiri Jaipongan dalam ajang Natyakala Ekadasa Kuningan 2026.

Ketiga siswi tersebut yakni Ghaitsa Rahma Adzkiya, Syahira Rindu Hartato putri dari Toto Harto, serta Juwita Febrianti putri dari Iman. Ketiganya tampil mewakili SDN Kadurama II, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan.

Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari upaya mengenalkan dan melestarikan seni budaya daerah sejak usia sekolah. Melalui seni jaipongan, para siswa tidak hanya belajar mengenai gerak tari, tetapi juga mengenal nilai-nilai budaya Sunda yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Jawa Barat.

Dalam ajang tersebut, ketiga siswi tampil dengan mengenakan busana tari tradisional Sunda yang dilengkapi dengan berbagai aksesori khas. Mereka menunjukkan kemampuan dalam membawakan gerakan tari jaipongan di hadapan penonton dan dewan penilai.

Salah satu peserta, Ghaitsa Rahma Adzkiya, juga tampil dengan penuh percaya diri dan memperoleh sertifikat peserta dari kegiatan tersebut. Penampilan Ghaitsa sebelumnya turut diberitakan dalam ajang Natyakala Ekadasa Kuningan 2026.

Keikutsertaan Ghaitsa, Syahira Rindu, dan Juwita sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi ketiganya untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap seni tradisional.

Bagi SDN Kadurama II, keterlibatan para siswi dalam kegiatan seni seperti ini dapat menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi di luar bidang akademik sekaligus memperkenalkan nama sekolah melalui prestasi dan aktivitas positif.

Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa seni tradisional masih memiliki ruang di kalangan generasi muda. Dengan dukungan sekolah, orang tua, guru, serta lingkungan masyarakat, bakat seni anak-anak dapat terus dikembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tiga siswi SDN Kadurama II tersebut menjadi bagian dari generasi muda yang ikut menjaga keberlangsungan seni jaipongan dan budaya Sunda melalui panggung kreativitas di Kabupaten Kuningan.