MENGENAL ATI NURHAYATI, GURU MDTA TONJONG SANGKANURIP YANG MENEBAR CAHAYA PENDIDIKAN DAN MENJADI NOMINE GURU PINUNJUL 2026

MENGENAL ATI NURHAYATI, GURU MDTA TONJONG SANGKANURIP YANG MENEBAR CAHAYA PENDIDIKAN DAN MENJADI NOMINE GURU PINUNJUL 2026

Kuningan – Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, masih banyak sosok pendidik yang bekerja dengan ketulusan dan dedikasi tanpa banyak sorotan. Salah satunya adalah Ati Nurhayati, seorang guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Tonjong, Desa Sangkanurip, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, yang terus berupaya memberikan kontribusi dalam membangun kecerdasan generasi muda melalui pendidikan keagamaan.

Perjalanan pengabdian Ati Nurhayati sebagai seorang guru MDTA tidak hanya sekadar menjalankan tugas mengajar, tetapi menjadi bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anak. Dengan penuh kesabaran, ia mendampingi para santri dalam memahami ilmu agama, membangun karakter, serta menanamkan nilai-nilai moral yang menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka.

Dedikasi tersebut mengantarkan nama Ati Nurhayati masuk sebagai salah satu nomine kategori Guru Pinunjul dalam ajang Pangajen Rakyat Pinunjul 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Diskusi Waroeng Rakyat Kabupaten Kuningan. Ajang ini menjadi ruang apresiasi bagi masyarakat yang dinilai memiliki kontribusi nyata dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Bagi Ati Nurhayati, menjadi guru MDTA merupakan panggilan hati. Ia memilih untuk hadir di tengah anak-anak dengan harapan dapat memberikan peran kecil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui proses pembelajaran yang dilakukan setiap hari, ia berusaha membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan nilai keagamaan yang kuat.

“Menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan ilmu, tetapi bagaimana kita bisa memberikan manfaat dan membimbing anak-anak agar memiliki masa depan yang lebih baik. Setiap anak memiliki potensi yang harus kita bantu tumbuhkan,” ungkap Ati Nurhayati.

Menurutnya, pendidikan tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Perhatian kecil, kesabaran dalam membimbing, serta memberikan teladan yang baik merupakan bagian penting dalam membentuk karakter anak-anak.

Sebagai guru di lingkungan MDTA, Ati memahami bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam perkembangan anak. Selain mengajarkan membaca Al-Qur’an dan ilmu agama, ia juga berusaha menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, dan kepedulian terhadap sesama.

Keberadaan guru MDTA sering kali berjalan dalam kesederhanaan, namun memiliki peran besar dalam membangun fondasi karakter generasi muda. Sosok seperti Ati Nurhayati menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah formal, tetapi juga tumbuh melalui ruang-ruang pengabdian masyarakat yang penuh ketulusan.

Melalui nominasi Guru Pinunjul 2026, Forum Diskusi Waroeng Rakyat Kuningan memberikan penghargaan moral terhadap para pendidik yang bekerja dalam senyap, tetapi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ati Nurhayati menjadi salah satu contoh bahwa seorang guru bukan hanya profesi, melainkan sebuah pengabdian. Dengan langkah sederhana dan penuh keikhlasan, ia terus berusaha menghadirkan pendidikan yang mampu membuka jalan bagi anak-anak menuju masa depan yang lebih baik.

“Karena mencerdaskan bangsa tidak selalu dimulai dari ruang besar, tetapi dapat dimulai dari satu kelas kecil, satu guru, dan satu generasi yang dibimbing dengan ketulusan.”