GOTONG ROYONG KADER RW KUNCI PENGUATAN PROGRAM KAMPUNG IKLIM DI JATINEGARA KAUM
Oleh Ayah Didi
Pokja Proklim RW 03 Jatinegara Kaum
JAKARTA — Kerja sama dan semangat gotong royong seluruh kader di tingkat rukun warga (RW) dinilai menjadi kunci dalam pelaksanaan Program Kampung Iklim (Proklim), khususnya dalam upaya adaptasi dan mitigasi menghadapi perubahan iklim.
Hal tersebut disampaikan oleh Ayah Didi saat menjadi narasumber dalam pertemuan rutin antara aparat kelurahan, ketua RW, dan anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) se-Kelurahan Jatinegara Kaum, di Balai Warga RW 01, Jumat (24/4/2026).
Pertemuan bulanan ini menjadi forum komunikasi antara pemerintah kelurahan dan warga yang diwakili oleh ketua RW serta anggota LMK. Selain membahas berbagai persoalan warga, agenda utama malam itu juga menyoroti perkembangan pelaksanaan Proklim di wilayah tersebut.
Kegiatan tersebut turut dirangkai dengan penyerahan bantuan berupa kolam terpal untuk budidaya ikan serta kontainer plastik untuk pengembangan budidaya maggot kepada seluruh RW di Kelurahan Jatinegara Kaum. Penyerahan bantuan disaksikan oleh unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kelurahan.
Dalam kesempatan itu, Ayah Didi juga memaparkan hasil kunjungannya ke sejumlah RW binaan, termasuk persiapan RW 03 Jatinegara Kaum yang tengah diarahkan menuju kategori Proklim Lestari.

Ia menekankan masih adanya sejumlah data yang perlu dilengkapi oleh masing-masing RW untuk pengisian sistem pelaporan Proklim. Pada aspek profil wilayah, misalnya, beberapa RW belum melengkapi data luas wilayah, jumlah penduduk, serta jumlah kartu keluarga.
Pada bidang adaptasi, data yang diperlukan mencakup ketersediaan sarana penampungan air hujan, penggunaan kembali air, jumlah sumur resapan, hingga panjang saluran air lingkungan. Selain itu, partisipasi warga dalam kegiatan kesehatan seperti senam, serta keterlibatan dalam penanaman pohon dan tanaman pangan juga menjadi indikator penting.
Sementara itu, pada bidang mitigasi, pendataan difokuskan pada persentase pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, kegiatan pengomposan, pemanfaatan barang bekas, pengumpulan minyak jelantah, hingga penggunaan energi terbarukan seperti panel surya.
Adapun pada aspek kelembagaan, hampir seluruh RW telah memiliki struktur organisasi seperti LMK, PKK, posyandu, jumantik, dan karang taruna. Namun, keterlibatan anggota berdasarkan kelompok usia, khususnya di bawah dan di atas 30 tahun, masih perlu dipetakan lebih rinci.

Secara umum, Ayah Didi menyebutkan bahwa data Proklim di Kelurahan Jatinegara Kaum sudah relatif lengkap. Seluruh RW bahkan dinilai telah memenuhi kriteria untuk masuk dalam kategori Proklim, mulai dari tingkat Pratama, Madya, Utama, hingga Lestari.
Pertemuan malam itu ditutup dengan ramah tamah hingga pukul 23.00. Seluruh ketua RW dan anggota LMK tampak hadir dan menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendukung program pemerintah menuju kampung iklim.
Sebagai tindak lanjut atas bantuan yang diberikan, RW 03 Jatinegara Kaum diminta memfasilitasi pelatihan budidaya ikan dan maggot bagi RW lainnya. Wilayah ini dinilai siap karena telah memiliki fasilitas rumah budidaya maggot serta kelompok tani perikanan yang lebih dulu berjalan.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas warga dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan di tingkat komunitas.

Agus